Pelajaran dari sebuah B.A.U.T

By | August 3, 2010

hmmm..sy yakin semua sudah tahu dengan yg namanya Yamaha M1 atau Ducati GP10 yg sukses mengantar Lorenzo, Rossi atau Stoner menjadi pembalap papan atas di ajang balap motor paling bergengsi sejagad???

apakah faktor kecil yg membuat mesin2 kencang itu bisa bertanding dengan mengeluarkan performa terbaiknya???

salah satunya adalah Baut..yups..B.A.U.T, bisa bayangkan Yamaha M1, Suzuki GSV-R atau Ducati GP10 tanpa baut?? bisa dipastikan teknologi canggih berikut fitur elektronik nya bakalan tidak berguna!!! tanpa baut motor2 canggih itu tidak lebih dari rongsokan yang tidak berguna

mungkin ilustrasi diatas sedikit maksa, tp ya gpp, krn sy sendiri suka dengan namanya motor, jadi ambil ilustrasi yg tidak jauh2 dari dunia motor 😀

sebenarnya ini hasil dari chating dengan salah satu kawan lama sy, kami chat di fb ngobrolin banyak hal, ternyata beliau baru aja resign dari pekerjaannya, alasannya sih krn penghargaan yang tidak semestinya (bukan melulu masalah duid :D) dan ketidakjelasan status dan apa yg didapat, kemudian janji2 dari perusahaan yg tidak kunjung direalisasikan, sy sih meng-iyakan saja karena sy tahu dia sudah bekerja dengan baik, sebenernya sy jg turut andil dlm mendukung upaya resign dia dari perusahaan tersebut,hahahha *kompor mode ON 😀

dan apa yg terjadi diperusahaan yg ditinggalkannya? sy dengar sampai sekarang perusahaan itu belum mampu dapat karyawan baru dengan kualifikasi spt kawan sy td, hehehe, akhirnya banyak pekerjaan terbengkalai dan job baru harus dipending, pas sewaktu dia masih gabung mungkin dia sering di cuekin dianggap kontribusi kpd perusahaan kecil atau malah tidak ada, kawan sy sebenarnya jg bukan merupakan bagian dari “tim inti” perusahaan tersebut, kawan sy bukan tipe orang yg suka membanggakan diri, dia cukup low profile, tidak pernah dia membanggakan hasil kerjanya, dia selalu mengatakan bahwa itu adalah hasil kerja bersama :D, sering kali cuma mengatakan “ya itu sudah jadi pekerjaan sy..” tanpa embel2 membanggakan diri *perlu dicontoh nih 😀

di akhir obrolan di chat dia cuma mengatakan dlm bahasa jawa “awake dewe iki nyat gur koyo sekrup, yen rung ilang rung kroso gunane..hahaha, cobo motor kae yen tanpo skrup po isoh mlaku?” artinya “kita ini cuma mirip dengan baut, klo belum hilang, belum kerasa fungsinya..hahaha, coba motor itu klo tanpa baut apa bisa jalan??”

ya itulah pentingnya kita menghargai orang lain disekitar kita,di sekolah, di kantor, di rumah atau dimanapun kita berada, jangan pernah “mengecilkan” seseorang hanya karena kita mempunyai sedikit kelebihan dibanding mereka, entah itu materi, kedudukan, kepandaian atau hal lainnya

setiap manusia itu berguna, dan memiliki tanggung jawab masing-masing dalam episode besar yang bernama kehidupan! tak perlu menganggap setiap keberhasilan kita itu terjadi hanya karena usaha dan kepandaian kita tanpa mengingat bantuan orang lain meskipun itu kecil. dan tidak perlu kita mentertawakan kegagalan atau ketidakmampuan seseorang, sy rasa lebih indah klo kita saling support dalam segala hal 😀

* NO REPOST GAN!!!! inspirasi posting ini dari chating dengan kawan sy, beberapa waktu lalu, sy tulis agar sy selalu ingat, meskipun banyak guyonnya, tp ada pesan moral yg menurut sy perlu dishare, semoga berguna.. 😀

About these ads

14 thoughts on “Pelajaran dari sebuah B.A.U.T

  1. alrozzzi coolrider 2

    o.n.e k.o.m.e.n.g.t.a.t.o.r l.i.k.e.s t.h.i.s p.o.s.t

    Reply
  2. jahe erka

    sippp dahhhh….oh iya sekarang kawan sy jg sudah dpt kerja lg :D, semi freelance gt tp kayanya lebih baik dr yg dulu meski sallary-nya lebih rendah dr kerjaan yg dulu

    Reply
  3. warga sipil

    Mantaaaaff.. nais posting Gan.. semoga kita lebih bisa menghargai orang lain, sekecil apapun orang itu pada kita atau tidak berjasa sekalipun..

    Reply
  4. jahe erka Post author

    wakakakkakaa…lagunye siapa tuh….yg lg banyak dicaci maki di Ka*kus itu ya? 😀

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *