Hati-hati beli motor tarikan atau tanpa surat lengkap..

By | January 8, 2011

kebetulan dunia leasing motor memang salah satu yang menarik bagi saya untuk dibahas, begitu banyak leasing yang menawarkan skema kepemilikan sepeda motor, dari DP jutaaan hingga DP cuma 300rb!!!ck..ck..ck 😆

efek buruk dari kemudahan skema kredit motor salah satunya adalah kredit macet, nah disitulah tugas para debt collector yaitu menarik angsuran yang menunggak, hingga ke penarikan unit baik secara biasa ataupun paksa, pernah melihat beberapa gerombol orang nongkrong di pinggir jalan sambil bawa buku kecil tebel? yups, itulah salah satu metode yang mereka gunakan untuk mencari unit atau motor yang kreditnya macet, penarikan bisa dilakukan di jalan saat itu juga, atau berkunjung ke rumah konsumen untuk mengambil unit motor yang bermasalah kreditnya, tentunya penarikan disertai bukti bukti resmi dari pihak leasing kredit, disertai adu otot dan argumentasi lah…hahahahaha 😆

saya juga baru tahu kalau perjanjian kredit motor sekarang adalah perjanjian sewa beli, yang artinya konsumen hanya dianggap menyewa kendaraan dari pihak leasing sampai batas akhir angsuran kendaraan tersebut, trus jika angsuran sudah lunas maka kendaraan tersebut baru sah dianggap di beli oleh konsumen yang bersangkutan, jadi sebelum kendaraan tersebut lunas, statusnya masih menjadi milik leasing, meski di STNK sudah tertulis nama konsumen. :mrgreen:

unit-unit yang ditarik ‘langsung’ dari jalan, umumnya harus diserahkan ke kantor mereka pada hari itu juga, tidak diperkenankan ada penundaan atau disimpan sendiri oleh debt collector dalam jangka waktu tertentu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena unit itu ditarik paksa dari jalan. tapi klo mau unit-nya tidak ditahan dan dikasih ‘spare’ untuk masih dapat memakai kendaraan tersebut, biasanya si oknum debt collector meminta ‘uang lelah’ yang besarnya bisa 1 kali angsuran motor itu bahkan lebih, tergantung situasi. jadi ntar dianggap belum ketemu begitu laporan mereka pada atasannya di kantor leasing 😆

yang sering dimanfaatkan oleh oknum adalah penarikan kendaraan yang dilakukan dirumah, biasanya kendaraan kendaraan ini disimpan atau ditahan dulu oleh si oknum debt collector sendiri beberapa lama, bahkan bila unitnya masih bagus maka akan dijual melalui perantara dengan harga murah, hanya disertai kelengkapan STNK saja, disinilah masalahnya, motor yang dijual ini selang 3-4bulan akan dicari lagi oleh si oknum debt collector itu, untuk ditarik ‘lagi’, jadi ada semacam kerja sama antara si oknum debt dengan perantara, tentunya konsumen yang membeli motor tarikan ini tidak bisa berkutik, apabila jika ditodong dengan sangkaan penadah, karena ada motor ada STNK tapi bukan atas nama, dan BPKB dipegang oleh si oknum debt collector :D, kalaupun motor itu pasaran-nya jelek, biasanya part-part-nya yang dijual untuk disubtitusi dengan kendaraan lain yang sejenis. jadi setelah tuh motor bermasalah muter muter jadi duit baru deh ntar diserahin lagi dikantor mereka, biasanya motor-motor bermasalah tersebut akan dilelang oleh pihak leasing.

hmm, jadi jangan mudah tergiur klo ada orang nawarin motor keluaran tahun baru dengan harga murah, tapi surat tidak lengkap bisa jadi kena jebakan betmen para oknum2 tidak bertanggung jawab seperti itu, dan hati hati klo beli motor bekas tarikan hasil lelang ya siap siap dana lebih buat reparasi lah 😀

*wawancara exclusip dengan salah satu debt collector kenalan saya 😀

Advertisements

131 thoughts on “Hati-hati beli motor tarikan atau tanpa surat lengkap..

  1. hadi