Jalur Lingkar Selatan Salatiga, terjebak keramaian di Minggu pagi

By | April 20, 2011

Minggu pagi kemarin ada urusan ke Ungaran dalam rangka cari kost-kost-an ditemani Mas Lingga, berangkat nya pengen nyobain jalan baru, Jalur Lintas Selatan Salatiga, yaitu jalur ringroad baru untuk menghindari jalur dalam kota Salatiga , belum selesai 100% sebenarnya jalan ini, tapi udah mulai banyak yang lewat jalan ini, 80% sudah aspal baru, sedangkan sisanya masih aspal lama dan belum diperlebar

Cocok untuk yang mau tes speed disini, disamping jalan lebar saat ini juga cukup sepi di beberapa titik, aspalnya juga baru, tapi tetep harus waspada di beberapa persimpangan kadang ada motor nyeberang selonong boi dari arah perkampungan tanpa liat kondisi jalan

Keinginan untuk sampai lebih cepat dengan lewat jalan ini akhirnya gagal karena saya baru tahu kemarin, saat Minggu pagi jalan ini di KM 7-8 arah Semarang, CMIIW, ternyata digunakan untuk pasar pagi atau semacam itu, wis jalanan macet jadi harus jalan pelan, ya mirip mirip Sunday Market di Manahan Solo, tapi ini tempatnya di jalan raya..ck..ck..ck..banyaknya mobil, motor, goweser alias pesepeda dan juga pejalan kaki memaksa harus jalanin motor tidak lebih dari 15 Kpj

Separator pembatas jalan berubah jadi arena jualan maupun lesehan warung :mrgreen:, sedangkan pinggir jalan juga sama aja, dua sisi jalan terpakai semua untuk buka lapak, malah kemarin sempet ketemu satu panggung kampanye calon walikota Salatiga, tempat parkir bisa dikatakan tidak ada, kendaraan berhenti dimana saja di pinggir jalan ditengah jalan pokoknya ruwettt, kemarin saya kebetulan tidak melihat papan larangan melintas jalan itu baik dari arah Semarang atau Solo, jadi untuk orang luar kota sepeti saya tentunya tidak tahu, sebenarnya akan lebih bagus kalo dibikin semacam arena CFD (Car Free Day) sekalian, jadi kendaraan apapun tidak bisa masuk kecuali sepeda dan pejalan kaki, arus lalu lintas diarahkan melalui jalan lain, tentu akan lebih rapi, aman dan bagus, bisa jadi tempat rekreasi murah bagi masyarakat dan menambah penghasilan bagi masyarakat yang buka lapak disini karena lumayan panjang sih keramaian disini, sekitar 2-3 KM sepanjang jalan, kalo ditarik retribusi parkir dan lapak jualan tentu akan jadi pendapatan bagi Pemkot Salatiga.

Advertisements

9 thoughts on “Jalur Lingkar Selatan Salatiga, terjebak keramaian di Minggu pagi

  1. jahe

    klo dari arah semarang setelah orang jualan perabot rumah tangga. Tuntang klo ga salah
    Ntar ketemu gerbang masuk kota salatiga sblh barat, sisi kiri jalan ada jalan gede ya disitu

    Reply
  2. Evilnine

    Kalau lewat situ jangan pas hari libur pagi mas bro…
    Pasar dadakannya mau dbubarin sama pemkot malah, tapi ngga jadi-jadi… ๐Ÿ™

    di jalan raya yang jualan “jeroan” ya cuma disini… :mrgreen:

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *