safety gear lokal selain helm, adakah SNI-nya ???

By | November 21, 2011

kebetulan pas kemarin ada acara komunitas di Wonogiri, terlihat sliwar sliwer para anggota komunitas/klub motor ‘berdandan’ maksimal, helm full face, gloves keren, jaket balap or jaket turing, sepatu riding, knee and elbow protector.

saya pribadi sih pengen pake knee protector tp masih sangsi apa iya bisa bener berfungsi atau hanya sekedar gaya saja?? jelas saya ragu karena dikemasannya pun tidak ada informasi jelas mengenai standar atau sertifikasi yang digunakan misal SNI atau yang semacamnya πŸ˜€



tambah ragu lagi setelah nyoba nyoba punya temen dan obrol punya obrol pengalaman jatuh dengan knee protector dan mengamati langsung konstruksi knee protector tersebut yang terkesan ‘ringkih’.

klo untuk helm produk lokal ada beberapa standar yang telah dikenal umum seperti SNI & DOT, * entah DOT beneran atau engga :mrgreen:

klo untuk sepatu karena kebetulan saya pakai safety shoes Kings KWD706 ternyata setelah googling sepatu tersebut telah memenuhi beberapa standar internasional seperti : carbon steel toecaps (200joules), Slip resistant polyurhethane sole, sole resistant to oils and acids, anti static, pierce resistant steel midsole insert *artinya googling aja ya :mrgreen:
sumber : www.kingshoe.com, Kings KWD706
tapi ini bukan sepatu riding tapi ‘sepatu proyek’ πŸ˜€

sebagai gambaran mudahnya saja, saat iseng cek di websitenya Dainese ada beberapa penjelasan tentang material-material yang digunakan baik untuk baju balap, sepatu, jaket, gloves ataupun celana dainese, dan dicantumkan bahwa produk mereka telah lolos sertifikasi DOT dan ECE. * silahkan cek di websitenya langsung πŸ˜€

yang jadi pertanyaan saya apakah apparael/safety gear produksi lokal, seperti sepatu riding, jaket, gloves, knee & elbow protector dan lainnya yang laris dijual disini itu telah mengacu pada standar keamanan tertentu apakah hanya melindungi secara minimal??minimal ga kena panas, minimal ga tembus air hujan, minimal pake jaket ga kena angin langsung, minimal pake sepatu daripada sandal jepit atau minimal bisa gaya?

harusnya para produsen lokal apparael/safety gears/protector atau apalah sebutannya juga mengacu pada standar keselamatan berkendara internasional, paling engga ada SNI-nya lah…biar konsumen jg merasa safe, ‘tiwas pating crentel koyo robot jebule ra manpaat πŸ˜€‘ .

eh tapi saya nyari di website-nya BSN (Badan Standarisasi Nasional) di bsn.go.id, belum nemu je apa saja SNI untuk produk seperti jaket, gloves dan sejenisnya itu hmmmm … *tepuk jidat

klo model knee protecktor kaya begini keluaran Alpinestars, Spidi atau Konime sih ya jelas prinsip ‘ada harga ada rupa’ berlaku, hehehe

About these ads

13 thoughts on “safety gear lokal selain helm, adakah SNI-nya ???

  1. bintang

    SNI itu cuma saduran dari ISO 9001:2008. Jadi bukan standar safety. SNI adalah standar yang sangat general, bisa diterapkan untuk produk maupun jasa apa saja.

    Tentu saja produsen jaket, baju, dll, sangat dianjurkan mengikuti standard ini. Tapi meski demikian, tidak berarti tanpa label SNI produk itu jelek.

    Reply
    1. jahe Post author

      setuju sih tapi klo ada ‘label’ tertentu kan lebih yakin, seperti ‘Halal’ di produk makanan, atau ‘DOT’ di helm gt, komentarnya baguss sipppp

      Reply
    1. jahe Post author

      yaa klo memang bener2 safetynya terstandar kan lbh yakin, ga cuma asal pakai dan beli πŸ˜€

      Reply
    1. jahe Post author

      bisa jadi krn birokrasi dan bisa pula tidak didaftarin karena tidak ada standar keamanan yang diacu dari produk mereka hehe

      Reply
  2. luki transafe

    Wah…
    Bagus tulisan ini.

    Memang kudunya ada standar produk
    Jangan SNInya artinya standar nyatut internasional

    Wkwkwkw

    Keep safety riding..
    Luki transafe

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *