tubuhmu membiru tragis

By | February 7, 2013

matahari pagi itu belum mampu menghangatkan udara salah satu kota di kaki bukit merapi, Salatiga, jalan lingkar selatan Salatiga pagi itu seperti biasa tampak tidak begitu ramai, senin pagi memang volume kendaraan yang melintas jalan ini akan meningkat sesama ‘komunitas’ PJKA (Pergi Jumat Pulang Ahad) seperti sy, karena kalo lewat Kota Salatiga tentunya tidak bisa lebih cepat karena keramaian-nya.

wuzzzzzz, sebuah megapro primus melaju mendahuli ku, modif sederhana velg ring 17 dengan ukuran ban standar motor bebek, sempat ‘iri’ dengan lajunya tapi tak kukejar karena sedang tidak terburu-buru.

sebelum perempatan salib putih, sy bersama satu ‘kloter’ pengendara berhenti di lampu merah yang baru memulai hitungan mundur itu, sang megapro primus sudah melaju meninggalkan manusia manusia yang mungkin lebih patuh pada lampu lintas drpd perintah agamanya πŸ™

tak ada firasat apapun, setelah tingkungan taman n sirkuit dowhhill sepeda, tikungan tajam jalan menurun beberapa pengendara mulai mendahuluiku memacu kendaraannya, mungkin baru berjalan belasan detik tampak oleh sy seperti ada yang janggal di beberapa ratus meter jalan didepan sy *karena jalan tidak begitu ramai pandangan kedepan cukup baik meski tidak juga jelas banget, seperti ada 2 buah ‘benda’ yang ‘terserak’ dijalan tidak semestinya.

setelah cukup dekat, masya allah, ternyata itu adalah seorang pengendara dan motornya, motornya sudah ‘naik’ diseparator jalan *didepan beberapa kendaraan mulai berhenti utk memberikan pertolongan, motor sy melaju mendekat, sy merinding melihat sang pengendara tergeletak tidak begitu jauh dari motornya sepertinya masih mengenakan helm tapi darah sudah menggenang disekeliling kepalanya, astagfirullah, sekilas sy lihat motor yang celaka itu adalah megapro primus, apakah yg mendahuluiku tadi? entahlah…

sepersekian detik ak melambatkan motor didekat tkp itu, melihatnya saja tidak berhenti, pengendara itu tak bergerak entah masih hidup atau tidak tapi tubuhnya terlihat ‘kaku’, sy tidak tahu kenapa dan berapa lama pengendara itu sudah dalam keadaan itu, melihatnya semakin merinding lah sy, dibalik helm pun beberapa kali sy beristigfar.

tak ada yg bisa sy lakukan, sy pun jalan lagi biar segera sampai pos polisi terdekat, setelah sampai pos polisi sy melaporkan kejadian itu, beberapa pengendara dibelakang ku pun ada yg berhenti di pos polisi itu utk melaporkan hal yg sama.

sampai sore hari pulang kerja pun kejadian itu masih meninggalkan ‘kengerian’ di pikiran sy, karena di jalan lingkar salatiga ini biasanya sy memacu motor cukup kencang πŸ™

Advertisements

14 thoughts on “tubuhmu membiru tragis

  1. bank itonk

    ngeri suhu…!
    Tp jls bukan jln lingkar selatan, jalan lingkar salatiga mkn lebih tepat, posisi lebih ke barat dan barat daya kota…
    Kpn kejadiannya suhu…?

    Reply
  2. andhika

    Jalur lingkar Salatiga mengguda bagi speed lover (klo saya alon2 wae).
    Namun hembusan anginnya membuat motor terutama pasti goyang.

    Yang penting doa dan waspada.

    Reply
  3. dart

    daerah situ memang rawan, aspal mulusnya kalo laju jadi sedikit bumpy ditambah hempasan angin…

    Reply
  4. Komengtator

    Langsung diingatkan dengan contoh yang nyata.. ndak sebatas gambar… emang lebih mengena masbro…

    Reply
  5. archnine

    hehe sama mas, pernah kejadian diselip motor banter ni*ja namanya (tanpa helm), selang berapa saat didepan saya ternyata itu motor+pengendaranya sudah tergeletak dipinggir jalan (untung masih diberi kesempatan untuk hidup)
    #semoga kita masih diberi waktu untuk bertobat

    Reply
  6. z1rider

    Wah, ngeri . . . Diingatkan secara tak langsung tu mas . . . Keep calm aja kalau ada orang yang mancing emosi. Meskipun sulit. Lawan terberat untuk dikalahkan -> diri sendiri . . .

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *