pabrikan motor asal Indie satu ini memang sampai sekarang ini masih bisa survive ditengah gempuran motor2 beraneka jenis dan range harga dari pabrikan jepang, TVS cukup serius menggarap pasar Indonesia karena sampai bikin pabrik disini, beda dengan saudara satu negara-nya Bajaj, yang cuma import motor dari India lalu dijual disini, dan kemudian gulung tikar dan pergi tanpa pamit wkwkw.

kalau jalan2 ke blog-blog bergenre otomotif di Indonesia, TVS memang jarang dibahas hehe, beda ma pabrikan sebelah yang rutin dibahas, ada kabar produk baru, meski cuma bocoran tutup tangki atau model swing arm aja yg bahas banyak banget, :lol:, tahun lalu TVS jadi sponsor tunggal utk penyedia sepeda motor yg digunakan di ekpedisi lintas pulau Sumatera sepanjang 8rb KM ++, Saptanaru, tapi menurut sy gaungnya tidak terlalu terdengar, anti klimaks menurut sy, tidak banyak cerita dari perjalanan tersebut meski rider-nya jg mayoritas blogger :D, tahun ini Round The Borneo, TVS Apache digunakan lagi untuk lintas pulau Kalimantan 10rb KM ++ lintas Jawa juga, lumayan lah ada potongan2 update foto maupun cerita, sepertinya lebih bagus dari Saptanaru di soal sharing kegiatan bermotor-nya, tapi di blogspere otomotif gaung-nya kalah dengan Ekspedisi Nusantara-nya AHM yg ‘cuma’ 8rb KM ++ yg melintas di 3 Pulau, Jawa, Sumatera dan Kalimantan. cmiiw

langkah menjadi sponsor tunggal penyedia kendaraan ekpedisi lintas pulau di Indonesia, menurut sy langkah yg tepat krn TVS hendak melakukan rebranding si TVS Apache 180 menjadi motor bergenre Adventure, ini adalah ajang promosi sekaligus pembuktian ketangguhan motor, sudah seharusnya di blow up 😀 .

“Kami ingin melakukan reposisi Apache RTR, dari motor yang mengandalkan kecepatan menjadi motor untuk touring dan adventure, karena sepada motor kami memang tidak pernah terlibat dalam road race,” katanya.
Herry Budjianto Dragono, Chief Marketing TVS Motor Company Indonesia – kutipan dari marketing.co.id

dan bagaimanakah hasil dari niatan besar utk rebranding serta hasil dari 2 ekpedisi lintas pulau ? seperti apakah TVS RTR Apache versi Adventure ?

“Sementara hanya di striping saja, tapi selanjutnya akan ada perubahan di handle bar. Tapi itu next step,” pungkasnya
Chief Marketing Officer PT TVS Motor Company Indonesia, Herry Budijanto Dragono – kutipan dari oto.detik.com

TVS Apache XVENTURE

begitulah, menurut sy rugi kalau hanya setengah-setengah bermain di area segmented motor hobi alias motor turing cc kecil, mesin 180 cc-nya TVS Apache RTR 180 sy rasa sudah mumpuni dengan output power sekitar 17 DK-nya, tapi kalau cuma ganti striping, pabrikan motor sebelah mah setahun bisa ganti striping dua kali haha lagian striping juga bisa pesen di tukang stiker pinggir jalan. :no offense

lha terus gimana si TVS Apache RTR 180 Xventure ini harus di’sajikan’ ?, tidak perlu jauh2 bikin aja versi massal dari kendaraan yg digunakan di Saptanaru maupun RoundTheBorneo, motor adventure ga pake stang jepit, pake stang bar biasa, windshield adalah option wajib, handguard juga, crash bar perlu utk melindungi bodi motor maupun mesin kalau jatuh, velg bisa menggunakan yg sudah ada, sedang ban tipe dual road pun harganya terjangkau sekarang ini, tinggal pabrikan swap ban standar-nya saja, mounting rack dan rack atau braket pannier/box sebaiknya sudah include dan dipersiapkan menyesuaikan geometri sasis dan distribusi bobot beban motor.

Modifikasi Turing TVS Apache

Modifikasi TVS Apache

pict : FP RoundTheBorneo

ya nothing to loose aja siapa tau dgn bermain di blue ocean yang tanpa lawan bisa suskes serta mendongkrak penjualan TVS Apache RTR 180, genjot promosi, undang blogger dll dan jangan lupa di segmen hobi begini, membangun komunitas serta me-maintain hubungan baik dgn komunitas itu WAJIB! entah dgn cara diskon, sponshorship kegiatan atau yg lainnya.

CMIIW IMO NO OFFENSE 😀
#akurapopo

Advertisements