akhirnya kesampaian melintas jalur kereta api di pinggir laut ini

By | June 22, 2016

waktu dinas ke Pulau Jakarta beberapa minggu lalu, untuk balik ke Semarang saya memang sengaja cari kereta api yang berangkat siang hari, mumpung pekerjaan sudah selesai di pagi hari, buru-buru balik saja, ada satu hal yang pengen saya ‘kejar’ dengan naik KA siang hari.

saya akhirnya dapat KA Jayabaya tujuan Malang, dengan keberangkatan jam 12 siang dari Stasiun Pasar Senen, harga tiket KA Jayabaya Rp. 160rb, tiket KA ini saya peroleh dengan cara membeli langsung di Stasiun pasar Senen, karena hari kerja penumpang KA tidak full, dari 4 tempat duduk yang ada hanya saya saja yang menempati, kosong maklum karena hari kerja. KA Jayabaya menggunakan gerbong bikinan INKA dengan kapasitas 80 seat per gerbong, AC-nya sudah bukan AC Split jadinya cukup nyaman, toilet juga relatif bersih.

naik KA saat siang itu enaknya bisa lihat pemandangan, seperti halnya kemarin saya tuh penasaran sekali pengen merasakan melintas naik kereta api dipinggir laut Jawa, wow, maklum meskipun beberapa kali naik kereta api melalui jalur ini tapi perjalanannya waktu malam jadinya ga bisa lihat pemandangan apa-apa diluar.

lokasi dimana rel kereta api berada dipinggir laut ini terletak di sekitar daerah Pekalongan Batang, saat saya sampai di lokasi ini sekitar jam 5 sore, pemandangannya mantab, senja hari, matahari di ufuk barat, sayang kamera hape saya selalu burem hasil-nya saat saya coba mengmabil foto landscape.

Rel KA Pinggir Laut Pantura Pantai-Jodo-Batang
src : Pantai Gringsing Batang | eksapedia.com

rel ka pinggir laut pantura
src : melintas mefet pinggir laut | semboyan35.com

keren kan? jalur ini merupakan jalur kereta satu-satunya di Indonesia dimana rel kereta api berada di pinggir laut, bagi para railfans sekali-kali bisa coba deh perjalanan KA siang hari biar bisa lihat pemandangan indah ini.

pantai gringsing batang rel KA
src : twitter KAI

9 thoughts on “akhirnya kesampaian melintas jalur kereta api di pinggir laut ini

  1. bapakeVALKYLA

    lokasi situ terkenal juga dengan sebutan Celong. Stasiunnya namanya Plabuan.
    dulu sebelum jaman pakai tiket macam sekarang, di situ ramai pengunjung soalnya kereta ekonomi juga berhenti di stasiun itu.
    pas SMA kelas 1 th 96, aku pernah camping di hutan persis atasnya stasiun.

    Reply
      1. bapakeVALKYLA

        nek jalur motor nglewati peternakan lebah karo hutan kakao.
        dhisik ronone pas acara PMR, dadi numpake truk rame2 πŸ˜€

        Reply
  2. nbsusanto

    wuapik tenan lek! aku yo penasaran sering ndelok foto iku.. kapan yo aku kesampaian mrono.. jalur pantura ra enek sik perlu disurvey sih.. πŸ™„

    btw gambar terakhir enek rangkaian anggrek model 16 po 10 yo.. pengen ngrasakne sik kongono juga.. toh saiki kreta argo ro satwa sering tukar pakai rangkaian.. normal jare selatan dinggo argo lawu dan argo dwipangga.. tapi pernah ndelok taksaka nganggo.. πŸ™„

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *