Beli tanah kavling yang akan segera dibangun rumah, apa yang perlu diperhatikan ya? ?

By | July 10, 2017

berdasar dari pengalaman pribadi beberapa waktu lalu membeli properti kecil-kecil-an, saya rasa akan ada manfaat-nya bila sharing seputar jual beli properti, dan ini ter-khusus untuk para pembeli properti pemula seperti saya, nol pengalaman modal nekat, untuk yang sudah biasa atau expert, di skip saja

berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika ingin membeli tanah kavling terutama tanah kavling yang akan dibangun sebagai rumah tinggal dalam jangka waktu dekat, tanah kavling biasanya ditawarkan dalam 1 area lokasi yang sudah dipecah2 luasnya tergantung keinginan si penjual.

1. Lokasi
jelas kita perlu mempertimbangkan lokasi dari tanah kavling yang akan dibeli, dalam hal ini kemudahan akses jalan ke lokasi kavling, usahakan memilih kavling dengan akses jalan selebar mungkin atau minimal 4 meter-lah, kalau bisa lokasi kavling dekat dengan fasilitas publik atau pusat ekonomi lebih bagus lagi, tapi biasanya yang begini harga tanah kavling-nya juga mahal πŸ˜€

2. Akses Fasilitas Pendukung
selain itu pertimbangkan pula akses pendukung seperti jalur tiang listrik PLN, kalau jauh siap-siap saja bakal ketemu banyak kesulitan jika mau pasang jaringan listrik PLN, meskipun bisa diakali juga tapi ya extra effort baik tenaga maupun biaya, selanjutnya untuk soal sumber air, mau pakai sumur sendiri atau jaringan PDAM, kalau PDAM pastikan jaringan air PDAM sudah masuk disekitar area kavling untuk memudahkan pemasangan, kalau menggunakan sumur, juga perlu diperhatikan apakah di daerah tersebut bisa untuk sumur dangkal dan bagaimana kualitas air-nya, jika harus sumur dalam/artetis jelas bakal menguras banyak biaya untuk pembuatannya. oh ya kalau bisa tanah kavling yang mau dibeli ini sudah ada semacam site-plan untuk fasilitas umum seperti selokan air kalau tidak ada ya usahakan cari yang tidak terlalu jauh dari selokan/saluran air jadi air buangan rumah tangga kelak pas dibangun rumah sudah ada jalur-nya, karena kalau selokan air yang sudah ada jauh dan tetangga sesama pembeli kavling tidak kompak maka air buangan rumah tangga ini akan bikin ‘kemproh’ karena asal dibuang sesuka hati tanpa konsep yang terpadu.
untuk tanah kavling bekas persawahan usahakan cari yang sudah diurug sedikit tinggi dari lokasi sekitar-nya.

3. Surat Menyurat

setelah cocok dengan lokasi, perhatikan juga akses legalitas kavling tersebut, tanyakan pada penjual sertifikat seperti apa yang dimiliki kavling tersebut, usahakan cari kavling dengan sertifikat hak milik (SHM), kalau tanah kavling dijual oleh prusahaan properti bukan perorangan biasanya sertifikatnya SHGB, ini juga tidak masalah, bisa dinaikkan statusnya menjadi SHM, kalau perlu minta bukti fotokopi sertifikat tanah kavling buat pengecekan sendiri.
lebih baik lagi kalau saat kavling tersebut ditawarkan sertifikat SHM/SHGB sudah pecah per kavling, πŸ˜€ ada temen beli tanah kavling sertifikat induk masih dalam pengurusan belum pecah per kavling, masih dalam proses pengeringan karena awalnya lokasi adalah tanah sawah, dan sampai 2 tahun lebih sejak akad jual beli belum diterima SHM yang sudah pecah per kavling, masa nunggu begini itu bikin deg deg ser hehe

4. Biaya-biaya
selain harga tanah kavling, perlu diperhatikan pula biaya-biaya lainnya, seperti biaya notaris, apakah ditanggung bersama atau ditanggung salah satu entah penjual atau pembeli, pajak-pajak, seperti pajak penjualan maupun pembelian apakah ditanggung masing-masing atau bagaimana, karena ada penjual kavling tanah untuk semua urusan pajak, balik nama sertifikat, notaris dll itu gratis * meskipun sebenarnya sudah include diharga tanah kavling*, pokok-nya pembeli tau beres saja. tapi ada juga yang pajak penjual ya ditanggung penjual, pajak pembeli ditanggung pembeli, bahkan ada juga yang pajak penjual-pun ditanggung pembeli hehe, hal ini perlu dipastikan sejak awal untuk mempersiapkan dana tambahan.

5. Cari Informasi tambahan
Informasi tambahan ini bisa ditanyakan ke warga sekitar, misal-nya tentang riwayat tanah tersebut, apakah tanah kavling yang dijual ini bekas lahan sawah, pekarangan biasa, rawa atau bahkan bekas kuburan :D, tau malah lahan masih sengketa keluarga, cari juga informasi tentang penjual kavling ini siapa dalam artian track record-nya seperti apa, bisa ditanyakan ke warga sekitar, teman atau bahkan ke sosial media grup daerah setempat

6. Pembayaran
setelah semua urusan diatas selesai, tibalah saat pembayaran, pada saat pembayaran entah pada saat DP atau pelunasan mintalah bukti tanda terima pemabayaran yang kuat, bisa juga difoto sebagai dokumentasi, pada saat pelunasan sebaiknya buat komitmen untuk langsung diperoses dihadapan Notaris/PPAT, entah langsung AJB (Akta Jual Beli) maupun PJB (Pengikatan Jual Beli), dengan melibatkan Notaris posisi jual beli sudah kuat secara hukum.

mungkin ada hal lain yang terlewat bisa sharing melalui kolom komentar, semoga ada manfaat-nya πŸ˜€

Advertisements

5 thoughts on “Beli tanah kavling yang akan segera dibangun rumah, apa yang perlu diperhatikan ya? ?

    1. Jahe Post author

      kalau tanah kavling, IMB diurus kalau sudah mau bikin rumah, gak pake IMB ya gpp tp ya jadinya tidak bank-able yen kelak sertifikat rumah mau disekolahkan haha

      Reply
  1. Diki

    Lumayan ribet juga ya kalau beli tanah kavling. Enakan langsung beli rumah kalau menurut saya.

    Reply
    1. Jahe Post author

      ya itu selera masing2, soalnya ada juga yang tidak mau beli rumah jadi dari developer, karena kalau bangun rumah sendiri bisa pakai konsep rumah tumbuh menyesuaikan budget

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *