end of story, sibiru New Shogun 125 RR ‘2008

Hmmm aneh memang kok ya bisa-bisanya ada semacam โ€˜chemistryโ€™ dengan benda mati, contohnya sy dengan motor saya, klo motor mahal bagus eksotik sih mungkin wajar, lha ini motor bebek, Suzuki pula * tepuk jidat, ๐Ÿ˜† , 3 tahun lebih lah bawa nih motor 50rb-an KM sudah tercatat di speedometernya, cukup tahu selahnya, ga rewel, ga nyusahin, sering jadi pertanyaan orang, krn jarang yg punya dan motor saya cukup terawat sering dikira motor keluaran terbaru atau motor simpenan ๐Ÿ˜†

Kemana-mana sering bawa nih motor, kerja, maen, turing, pindahan kost, beli air galon, beli tabung gas :mrgreen: wis pokoknya all rounder lah nih motor bebek, Suzuki New Shogun 125 RR (FL125), yang saya kasih nickname sibiru sesuai dgn warnanya.

udah menemani lebih dari 3 tahun dan jadi saksi sejarah 3 kali saya pindah kerjaan, ๐Ÿ˜› tiap minggu PP 250KM ++ si bebek pun mulai tidak sekuat jaman mudanya dulu

jadi kebutuhan untuk mendapatkan kenyaman lebih dalam berkendara dalam jarak menengah dan kondisi jalan yang tidak semulus miyabi eh jalan di kampung halaman, maka dengan tidak terpaksa akhirnya saya lepas juga nih motor ke makelar tetangga rumah, mau dipertahanin jg motor bebek kayanya udah โ€˜outofdateโ€™ terlepas dari segala tetek bengek history motor itu dengan empunya, matic lebih reasonable untuk jaman sekarang.

Jangan tanya harga jual berapa?yang pasti nyeseg dah, Suzuki gitu loh, akhirnya tugasnya digantikan oleh motor sejuta umat yg saya nilai cukup bisa diandalkan sebagai motor all rounder dengan handling yang user friendly, jalan mulus siapppp, light offroad pun gak takut.

beberapa posting yang masih keinget
Review Pemakaian Suzuki New Shogun 125

Konsumsi BBM Suzuki New Shogun 125

Sibiroe, motor tangguh

Pasang Knalpot Satria FU

Ganti Klakson

Fitur buka jok unik

gubrakkkkk, jatuhh

Advertisements

Sebuah nama sebuah cerita, SML125, 6th Anniversary, Come As Guest Stay As Family

Waktu kadang berlalu cepat tanpa kita sadari, tak mengira ternyata salah satu komunitas motor yang beberapa waktu lalu saya sempat bergabung didalamnya telah merayakan usia yang ke 6 tahun, bagi sebuah komunitas ini bukan waktu yang singkat, tak mudah mempertahankan โ€˜eksistensiโ€™ selama 6 tahun,

SML125 berawal dari sebuah mailing list di yahoogroups seperti umumnya komunitas diskusi yang marak di tahun 2000-an, SML125 sendiri adalah kependekan dari Suzuki Shogun 125 Mailing List, sebuah grup diskusi yang berawal atas kesamaan tipe motor diantara para membernya, yakni Suzuki Shogun 125, kenapa hanya Shogun 125? Ya karena waktu itu di tahun 2004, Shogun 125 hadir menggantikan tipe Shogun 110 yang udah purna tugas, sebagai produk baru yang cukup โ€˜fenomenalโ€™ di tahun itu tentunya banyak yang ingin tahu lebih soal motor ini, kasak kusuk, nyari info sana sini, dan akhirnya lahirlah SML125 ๐Ÿ˜€
Continue reading “Sebuah nama sebuah cerita, SML125, 6th Anniversary, Come As Guest Stay As Family”

Review Suzuki New Shogun 125, setelah 2.5 tahun!

motor bebek bukan sruntulan milik saya ini akan genap berusia 3 tahun bulan Juli 2011 nanti, sebagai sebuah motor saya tidak memperlakukan secara spesial si Suzuki New Shogun 125 yg biasa saya juluki siBiroe ini, bisa dikatakan bukan motor manja, kehujanan sampe kotor ga dicuci berhari-hari, telat servis, 4 kali ganti merk oli, gonta ganti BBM antara Premium dan Pertamax adalah kesehariannya, itupun sampe sekarang Alhamdulillah tidak pernah rewel, bener bener motor operasional yang sangat mumpuni menurut saya, akselerasi-nya bagus meski top speed-nya payah.

selain itu karena peminat motor merk Suzuki tidak sebesar Honda atau Yamaha, saya jadi sedikit merasa exclusip meski cuma naek motor bebek, ya istilahnya ga banyak yang nyamai dijalan, apalagi sekarang sudah discontinued dan diganti Suzuki Axelo, oke akan saya coba bahas menyeluruh, mungkin kesannya akan seperti lebay memuji Suzuki New Shogun 125 saya, tapi faktanya yang saya alami memang seperti itu


Continue reading “Review Suzuki New Shogun 125, setelah 2.5 tahun!”

Rem cakram Suzuki Shogun seret?? coba ganti kampas rem

2 bulan ini dibikin gumun sama cakram depan motor saya, awalnya karena kejadian kehabisan kampas rem telat ga diganti yang berakibat piringan depan jadi sedikit ‘kemakan’, kampas masih baru tapi seret banget klo motor jalan, seperti rem depan itu aktif ditekan padahal tidak, sehingga malah makin memperburuk keadaan piringan cakram-nya, saya pikir sih karena kampas masih baru jadi masih seret, eh ternyata udah jalan beberapa waktu masih seret aja, akhirnya servis ke Beres Suzuki, kampas ditipisin, kaliper dibongkar, eh enak klo jalan biasa artinya motor jalan maju, klo motor mundur jadi seret seperti cakram ditekan,wehhh, dibawa ke bengkel pinggiran milik teman, diservis Kaliper-nya, bisa berkurang sedikit tapi masih seret. itu juga saya sudah 2 kali ganti kampas rem cakram original SGP dan merk non orisinil berlabel Nisin bukan Nissin, ๐Ÿ˜†

akhirnya kepikiran buat gerinda rem cakram-nya tapi tanya ke beberapa bengkel bubut, dinyatakan tidak sanggup kalo bubut cakram model ‘giga disc’ seperti bawaan velg Satria FU atau New Shogun 125 series..karena udah buntu ga ada solusi, iseng iseng mulai tanya tanya harga piringan, mau saya ganti aja, eh lha kok 200rb lebih yg original SGP..mundur dulu deh niat ganti piringan rem cakram.
Continue reading “Rem cakram Suzuki Shogun seret?? coba ganti kampas rem”

Suzuki Axelo (Shogun), akankah meneruskan budaya tes ride jarak jauh ala Suzuki Jelajah Negeri ?

yups, sebagai salah satu konsumen produk motor dari Suzuki, meskipun cuma lini cub a.k.a bebek, salah satu pertimbangan 3 tahun lalu saya membeli motor New Shogun 125 karena adanya tes ride jarak jauh puluhan ribu KM untuk menguji ketahanan motor ini, Suzuki Jelajah Negeri, bagi saya pribadi hal itu sudah cukup membuktikan ketangguhan motor ini dalam mengatasi berbagai medan dan cuaca, jadi motor bener2 diajak turing, bukan hanya motor diangkut mobil box terus di launching di gunung ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† . Suzuki Jelajah Negeri atau SJN untuk Shogun seingat saya sudah 3 kali di gelar oleh pabrikan suzuki, pertama kali digelar dalam rangka memperkenalkan Shogun 110 pada tahun 1996 atau biasa dikenal dengan Shogun Kebo, kemudian SJN II saat meluncurkan Shogun 125 dan SJN III digelar sebelum launching New Shogun 125

Tahun 2010 yang lalu, saat memperkenalkan produk suksesornya Suzuki Smash yaitu Suzuki Titan, pihak Suzuki disamping menggelar Suzuki Jelajah Negeri dengan motor Titan, juga mengadakan tes ketahan di Sirkuit Sentul selama 60 Jam
Continue reading “Suzuki Axelo (Shogun), akankah meneruskan budaya tes ride jarak jauh ala Suzuki Jelajah Negeri ?”

lha ini apa ceritanya Sang Jenderal turun pangkat jadi Kopral??? Shogun Axelo

mendengar kabar di blogsphere tentang kemunculan generasi baru Suzuki Shogun, rasanya ada sedikit rasa senang juga, maklum, saya juga salah satu dari sedikit pemilik New Shogun 125, motor yang sudah saya miliki hampir 2,5 tahun ini, memang belum sempurna, keinginan saya seperti di postingan ini newshogun125-facelift, belum tahu apakah bisa terealisasi ato belum, karena untuk performa mesinnya belum tahu, baru ada testride sekitar bulan Januari 2011

tapi melihat bocoran gambar2 yang ada sih, kaki kaki masih sama dengan yang lama, velg cw biasa seperti di seri New Shogun Fi (Fuel Injection) bukan yang ‘velg akar’ keren seperti bawaan FU150 dan New Sgogun 125 (FL125) gen 1, blok mesin pun masih serupa, saya rasa hanya ada minor change di mesin, karena kode mesin pun masih sama dengan yang lama yaitu FL125.

yang jadi bikin rada sebel itu lho bodi-nya..busyettttt gitu banget ya, ahhhh kaya Honda Abs Revo dipadu Honda Revo, kebanyakan plastik kasar itemnya, wis hilang sudah ciri sang jenderal, yang identik dengan imej bebek kencang, bodi keren, cat bagus, pokoknya cocok jadi sembako modip lah ๐Ÿ˜€
sekarang kayanya garis garis bodi sporty seperti di seri yang lama hilang, menurut saya desainnya mengarah ke desain elegan cari aman, masih mending Titan, trus bagian depannya kaya matic si Spin atau SkyDrive, IMHO CMIIW *Subyektif banget klo soal bodi ๐Ÿ˜†

ya sudahlah, klo sang jenderal mau mutasi jadi kopral! selamat berjuang! asli gondok banget liat spyshot gambar shogun baru…penonton kecewa !!!!


sumber gambar : tmcblog.com

sibiroe ganti oli lagi, eh jangan sampe kebalik pasang filter oli!

tadi sore sehabis nganter catridge buat isi toner, mampir ke salah satu gerai waralaba oli dan aki, maklum motor rada ga keurus, jadwal ganti oli rada molor dikit deh, ๐Ÿ˜€ karena tadi saya sekalian mau ganti merk oli, maka saya bawa filter oli sendiri, namanya juga motor ga laku pastinya jarang yang stock filter oli-nya kecuali bengkel resmi :mrgreen:

oh iya tadi sore juga ada kejadian yang hampir aja bikin ‘celaka’, namanya juga motor kurang laku, wajar deh ga banyak orang yang tahu slah-nya, ๐Ÿ˜†

tadi yang ngeganti oli hampir aja salah pasang filter oli alias kebalik, untung saja tadi saya cek! :D, soalnya filter oli New Shogun 125 itu beda sama filter oli motor sodaranya seperti Thunder 125, Shogun 25 (FD Series) dan Smash, filter oli New Shogun 125 (FL Series) lebih kecil dan lubangnya bisa sama-sama dimasukin per, harganya sih murah cuma 9.500 ori SGP, makanya tiap ganti oli 3 kali saya ganti filter oli juga, ati ati belinya jangan ampe tertukar punya Shogun 125 (FD) lama.
Continue reading “sibiroe ganti oli lagi, eh jangan sampe kebalik pasang filter oli!”

Givi Monorack HR4, pantes dan pas untuk motor bebek..

kalau mendengar Givi Monorack HR4, biasanya saya langsung berasumsi, oh itu adalah bracket box produk Givi, yang khusus buat dipasang di motor sport, eh ternyata asumsi saya salah.

saya cukup excited juga ketika lihat bracket Givi Monorack HR4, yang berkonstruksi cukup kokoh ini nangkring di motor bebek :D, braket ini saya liat terpasang di salah satu motor kawan satu komunitas saya di SML125 (Suzuki Shogun 125 Mailing List), yaitu Yuda, member asal Jakarta, beliau memang membutuhkan rack yang cukup kokoh untuk box motor dia yang cukup gede yaitu Givi E45 :mrgreen:, maklum pehobi fotografi ini memanfaatkan box ya salah satunya untuk membawa perlengkapan fotografi-nya.
Continue reading “Givi Monorack HR4, pantes dan pas untuk motor bebek..”

Modifikasi Suzuki Shogun, Rosektor2 The Street Sleepers!

Manusia memang tidak pernah ada puasnya, seperti jg halnya terhadap kendaraan yang kita miliki, sedikit atau banyak pasti kita ingin kendaraan kita berbeda dari yang dimiliki orang lain, maklum namanya juga produk massal pasti banyak yang nyamain.

ini terjadi juga terhadap salah satu kawan saya di komunitas SML125 (Suzuki Shogun 125 Mailing List) yaitu komunitas diskusi para pengguna motor Suzuki Shogun, khususnya Shogun 125, :D, yang sekarang alhamdulillah member aktifnya udah ratusan orang, dengan registered member diatas 1000 orang dan tersebar diseluruh pelosok Indonesia sampai ada juga member dari Filiphina dan Malaysia :mrgreen:

Davy, pengusaha muda yang sedang menyelesaikan skripsi disalah satu universitas kondang di Jakarta ini adalah salah satu member SML125 asal Jakarta yang memiliki Suzuki New Shogun 125 SP jahitan tahun 2008, ternyata masih tidak puas dengan performa bebek Suzuki yang sudah terkenal dengan kemampuannya yang diatas bebek2 sejenisnya :mrgreen:, maklum sebelum pegang Shogun, beliau ini pemilik Suzuki Raider CBU, daripada malah jatuh sakit gara-gara mikir performa Shogun yang masih kurang ok, maka langkah modif stage 1 pun harus dilakukan


Continue reading “Modifikasi Suzuki Shogun, Rosektor2 The Street Sleepers!”

Hadiah Lebaran Sibiroe, Knalpot Satria FU!

setelah beberapa waktu tertunda karena kesibukan kerja, akhirnya sempet jg bikin laher knalpot utk sibiroe Suzuki Shogun 125 RR, :D, setelah mendatangi beberapa tempat bikin knalpot di Solo utk memasang knalpot satria fu pada shogun, seperti MMC di Jajar, Ranto di Purwosari, yg ternyata memang antrinya wisss banyak banget, itungan minggu baru bisa digarap, baru tahu ternyata order-an knalpot banyak jg ya, mungkin seiring penjualan sepeda motor yg terus naik tiap tahun kali ya? ๐Ÿ˜€

sempet bingung jg,cari tempat bikin knalpot alternatif lainnya di Solo, untungnya dpt info dari teman jg sesama ‘pemirsa’ Indomotoblog, yaitu om Ajie Speeddriver, *matur nuwun kang :D, dpt info klo didaerah Colomadu ada tukang knalpot rumahan, namanya Manto knalpot, lokasinya klo ada yg tahu Soto Sawah, itu masih kebarat sekitar 1,5km.

tahap awal sy cuma nyerahin Silencer Satria FU yg model lama, yg sy beli dlm kondisi gress baru seharga 230rb di Suzuki Jajar Solo, ditambah paking knalpot seharga 7rb rupiah, sy tinggal tuh silencer di tukang knalpot krn ya pak tukangnya butuh waktu bwt bikin mal.

Continue reading “Hadiah Lebaran Sibiroe, Knalpot Satria FU!”