trik murah meriah tapi terbukti ini bisa diaplikasi untuk motor2 injeksi yg sudah menggunakan 02 sensor, trik ini dibahas oleh otomotifnet, dan pada waktu uji coba-nya menggunakan Honda Vario 125 Fi, peningkatan tenaga-nya lumayan lho, secara cuma model resistor seharga Rp. 500.

jadi untuk yg punya motor-motor injeksi dengan 02 sensor/sensor oksigen, coba deh oprek ringan kelistrikan motornya dengan cara ini, kalau diliat dari biayanya sih lumayan lah pengingkatan performa-nya, kalau mau optimal oprek mesin dan peningkatakan tenaganya lebih karasa sih bener-nya pasang piggyback atau ECU aftermarket tapi kan harga-nya jg lumayan mahal, beberapa motor injeksi yg ada sensor oksigen-nya antara lain Vario 125, Verza, CBR150R, Supra X 125 Fi, Beat Fi, Jupiter Z1, New Vixon, R15, Mio, Nex dll

prinsip kerja si resistor ini adalah

Resistor ini bisa digunakan untuk memanipulasi data yang dibaca 02 sensor alias sensor oksigen. Intinya, data yang dihantarkan O2 sensor ke ECU, sebelumnya ditahan resistor. Data ini berisi perintah ke ECU berupa voltase, yang nanti dikonversikan menjadi semprotan bahan bakar oleh injektor. Bisa dibilang sensor untuk menentukan basah atau kering, perbandingan bensin dan udara.

Data ini bisa dimanipulasi dengan cara pemilihan gelang yang terdapat di resistor. O2 sensor tanpa heater (small engine) rentang yang bisa dimainkan 0 – 0,5 ohm (kering) dan 0,5 – 1 ohm (basah). Sedangkan 0,2 sensor dengan heater (moge) 1 – 2,5 ohm (kering) dan 2,5 – 5 ohm (basah).

jadi pemilihan resistor akan mempengaruhi basah atau kering-nya pembakaran BBM-nya, disebutkan bahwa untuk penggunaan resistor dengan (R)/tahanan 0 – 0,5 ohm akan menyebabkan settingan-nya kering, sedangkan agar BBM lebih basah atau pasokannya sedikit lebih deras bisa menggunakan resistor dengan tahanan 0,5 – 1 ohm.

kemudian untuk pemasangan resistor, resistor ini dipasang pada kabel sensor 02, jadi kabelnya nanti dipotong kemudian di sambung seri dengan resistor, jangan lupa disolder biar kuat.

efek penggunaan trik pasang resistor di sensor oksigen o2 adalah

Perbandingan awal, Vario 125 diajak ‘berlari’. Power, 9,70 hp/ 8.900 rpm dan torsi 9,60 Nm/ 6.400 rpm. Lalu dicangkokan kembali resistor 0,47 Ohm. Faktanya, bisa mendongkrak naik power dan torsi. Hasilnya, power jadi 9,98 dk/ 8.900 rpm dan 9,79 Nm/ 6.100 rpm. Naik sekitar 0,28 dk dan 0,19 Nm.

Bukan hanya itu, grafik yang terbaca oleh mesin dyno lebih stabil dengan menggunakan resistor dibanding tanpa resistor. Itu terbukti saat Vario dengan resistor dirunning 2 kali, hasil grafiknya power dan torsi lebih seimbang. Sedangkan tanpa resistor, hasil grafik power dan torsi berubah-ubah.

Do With Your Own Risk 😀

cmiiw

source : motor.otomotifnet.com

Advertisements