hehe pagi ini seorang teman posting foto mesin absensi dengan sidik jari di wall fb, biasa sih tapi malah jadi inget beberapa tahun lalu saat saya masih bekerja di salah satu Bankjo dan ikut menjadi admin mesin absensi sidik jari, pada waktu itu ada 2 model sih, model pertama yang standalone nempel di tembok, yang kedua model sensor sidik jarinya ditancepin ke komputer, untuk kantor pusat menggunakan yang standalone sedangkan yang kantor unit karena pertimbangan pegawai sedikit saja menggunakan yang model USB.


proses perpindahan absensi manual ke fingerprint tentunya banyak resistensi dari pegawai karena ya dinilai ‘membatasi pergerakan’, karena sebelumnya menggunakan model lama yang pake kertas dimasukin timer itu juga rusak, kabarnya disabotase haha

mesin absensi sidik jari pegawai
*mesin sidik jari standalone

sebagai admin salah satu cara untuk mengamankan absensi sidik jari adalah rubah password bawaab mesin absensi yang standarnya tidak jauh dari 12345 lalu pemasangan absensi sidik jari di tempat yang terpantau CCTV, hal ini secara psikis sudah menimbulkan rasa sedang diawasi jika ada pegawai yang nakal, kedua sedikit menebarkan hoax *jangan ditiru :D*, waktu itu karena yang model standalone disertai kamera jadi kalau pas di proses maka yang sedang absen bakal terfoto, saat itu saya katakan saja ada sensor pengenal wajah juga, gedebussss, tapi lumayan manjur, satu lagi untuk beberapa pegawai yang sudah tua biasanya sering kesulitan menggunakan sidik jarinya karena memang kulitnya sudah pada keriput, solusinya diberikan kartu yang memang sudah ada chip sehingga ketika didekatkan ke mesin fingerprint sudah terdeteksi. (fyi, tidak semua fingerprint standalone ada fasilitas kartu-nya)

mesin absensi sidik jari usb komputer murah
* fingerprint/absensi sidik jari model USB, lebih murah

untuk mesin fingerprint absensi yang kedua yang menancap di usb komputer, untuk mengamankan biar tidak diakali salah satu caranya adalah mengunci registri windows disable pengaturan jam/tanggal, sehingga user tidak bisa merubah seenaknya, sebelum melakukan ini pastikan battery CMOS PC dalam keadaan sehat, lebih baik lagi kalau semua kantor sudah terhubung internet tinggal pasang aplikasi remote desktop atau VPN biar irit bandwith.

tapi namanya juga kreatifitas ada aja ulah para temen2 saat awal pemasangan fingerprint, beberapa modus cara mengelabui mesin absensi yang pernah saya temui dulu :
1. 5 jari milik 1 orang didaftarkan untuk 5 orang pegawai lain, kalau mau ekstrim sekalian 10 jari tangan didaftarkan, biar bisa nitip absen, hehe, yang begini jari pegawai OB atau pegawai administrasi yang rajin jadi favorit. * biasanya memang terjadi karena ada kongkalikong dengan admin fingerprint-nya (admin-nya saya buahahahaha)
2. memberikan alasan kalau sudah berulang2 absen tapi tidak terdeteksi
3. lupa absen karena dinas luar pulang sudah overtime jam kerja
4. listrik mati
5. program error
6. minta ganti pake kartu chip, alasan sulit sekali kalau mau absen
7. bos atau pejabat lainnya bilang “tolong absesenkan tanggal segini segini…wingi lali mas” 😀

sebagai admin saya pun bukan orang suci, karena program pengelola absensi sidik jari merupakan pengembangan sendiri, jadinya kita hanya manfaatin mesin dan databasenya, sedangkan data kita olah pake aplikasi bikinan sendiri, makanya saya dan teman kerja yang dibagian IT, absensinya selalu clean, ya ditambahi sedikit miss waktu absensinya biar keliatan natural saja :evil meskipun jarang absen dan suka telat masuk.

Advertisements